Tarif Interkoneksi SMS Mampu Bendung Spam?

Image

Oleh Arista Prasetyo Adi

TANGGAL 1 Juni 2012 yang baru lalu merupakan awal dikenakannya tarif interkoneksi SMS yang diberlakukan oleh pemerintah. Biaya terminasi atau biasa disebut dengan tarif interkoneksi diberlakukan dengan batas atas sebesar Rp 23 setiap SMS.
Biaya terminasi adalah biaya yang harus ditanggung oleh operator pengirim SMS kepada operator penerima SMS, karena telah menggunakan jaringan operator penerima. Kenaikan tarif ini didasarkan atas UU 36/1999 tentang Telekomunikasi dan Peraturan Menteri No 08/2006 tentang Interkoneksi.
Sebelumnya, sistem yang digunakan untuk tarif interkoneksi SMS adalah Sender Keep All (SKA) yaitu sistem yang tidak mewajibkan operator pengirim SMS untuk membayar kepada operator penerima SMS.
Salah satu alasan dalam pemberlakuan biaya interkoneksi SMS adalah untuk membendung SMS spam yang marak akhir-akhir ini.

“Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan fasilitas ini (SMS gratis-Red) yang justru merugikan orang lain. Bahkan, penyelenggara sendiri sangat dirugikan sebab trafik tinggi, tapi pendapatan tidak ada. Akibatnya, mutu pelayanan konsumen rendah sekali,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.

Adanya program SMS gratis lintasoperator membuat biaya SMS yang murah atau bahkan gratis digunakan untuk mengirim spam, baik iklan, penipuan, atau jenis cyber crime lainnya.
Hal ini cukup beralasan, karena siapa pun dapat melakukan kejahatan atau penipuan lewat SMS spam. Hanya menggunakan biaya yang murah atau bahkan gratis, penipu dapat menjalankan aksinya lewat SMS.
Tak Gampang
Kita pasti pernah mengalami hal yang mengganggu karena SMS spam dari orang yang tidak dikenal, seperti penawaran kredit tanpa agunan, penawaran kerja sama jualan pulsa murah, SMS kemenangan lomba dengan hadiah yang menggiurkan, dan yang paling baru adalah SMS penipuan “Mama minta pulsa”.
Bagi pelanggan yang berpengalaman, tentunya tidak akan menghiraukan SMS-SMS spam tersebut, namun bagi pelanggan awam pastinya dapat terkena dampak penipuan.
Pertanyaannya sekarang, apakah pemberlakuan tarif interkoneksi ini dapat benar-benar melenyapkan SMS spam? Tentu saja tidak segampang itu. Tarif interkoneksi sendiri sebenarnya juga tidak langsung berimbas terhadap kenaikan biaya SMS.
Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan: “Bila operator mau terus menggratiskan silakan saja, pemerintah tidak menetapkan tarif retail per SMS. Yang kita atur adalah biaya terminasi (interkoneksi) antaroperator agar adil bagi seluruh penyelenggara”.
Dengan demikian, adanya langkah operator untuk menggratiskan biaya SMS masih ada, dan tentu saja dengan biaya tarif SMS yang masih gratis atau murah dapat digunakan oleh oknum untuk menyebar SMS spam guna mencari keuntungan.
Kemunculan SMS spam sebenarnya tidak hanya karena murah atau gratisnya tarif SMS. Rentannya pemalsuan validasi atau pendaftaran informasi pemilik untuk memiliki kartu perdana dapat disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan SMS spam.
Sebab, pemilik kartu prabayar masih bisa memalsukan data diri, atau bahkan tidak mendaftarkan data diri di nomor registrasi 4444. Dengan kondisi yang demikian, pemilik nomor tidak mudah untuk dikenali data dirinya, sehingga dapat digunakan untuk menyebarkan SMS spam atau penipuan lewat SMS.
Bijak Menyikapi
Menurut pakar telematika Sutikno Teguh, oknum penipu akan terus mengganggu ketenangan konsumen sepanjang tidak adanya aturan yang tegas akan SMS spam maupun validasi pelanggan pada penjualan nomor kartu perdana prabayar.
“Pelanggan masih bisa mengisi data pribadi asal-asalan. Pakai nama palsu dan nomor identitas sembarangan sesukanya. Apa ini yang dibilang valid? Sementara nomor prabayar yang tersebar sudah lebih dari 200 juta. Berapa yang benar-benar valid?”
SMS memang masih menjadi media komunikasi paling murah dan mudah pada saat ini. Oleh karena itulah, hampir semua pengguna ponsel pasti akan sering menggunakan media SMS untuk berkomunikasi.
Untuk membendung SMS spam di ponsel memang tidak mudah, dan pastinya dengan adanya tarif interkoneksi, spam masih akan tetap ada. Seyogianya, pengguna ponsel dapat dengan bijak menyikapi SMS spam yang mereka terima.
Salah satu kiatnya, jangan mudah terpancing dengan iming-iming yang menggiurkan dari nomor yang tidak dikenali. Selain itu, agar tidak terganggu, pengguna dapat memblokir SMS sesuai dengan jenis ponsel yang mereka gunakan.
Sekarang ini banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk memblokir SMS spam seperti, SMS Spam Manager, SMS Junkie, Privat Call, SMS Blocker, dan lain-lain yang dapat diunduh dari situs-situs internet maupun market online untuk masing-masing platform sistem operasi. (38)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s