Berpaling ke Video Streaming

Oleh Kawe Samudra

TRADISI menyaksikan film lewat DVD maupun CD diperkirakan bakal berakhir tahun 2012 ini karena semakin banyak orang berpaling untuk menonton film di layanan berbasis internet ketimbang membeli DVD atau Blu-ray.

Los Angeles Times melaporkan studi IHS Screen Digest yang menyebutkan, 3,4 miliar film akan ditonton via layanan streaming di Internet seperti Netflix dan via pengunduhan seperti iTunes dan online store lain pada tahun ini.

Berdasarkan survei tersebut, di Amerika Serikat pelanggan cenderung membayar lebih banyak film online. Layanan streaming video seperti Netflix menyumbang sekitar 94 persen dari seluruh konsumsi film berbayar secara online.Film dengan format Blu-ray pun akan bersiap menggantikan film dengan format DVD dan CD.

Layanan seperti Amazon Prime dan Netflix telah mempercepat proses tersebut. Tahun lalu, rasionya adalah 2,6 miliar penonton film disk dan satu miliar penonton online. Film online telah tumbuh 135 persen dalam satu tahun.Kebalikannya, hanya 1 miliar film yang dibeli melalui Blu-ray dan DVD.

Namun, riset itu memprediksi pendapatan dari DVD dan Blu-ray pada 2012 mencapai 11,6 miliar dolar AS, dibanding 1,72 miliar dolar yang didapat melalui layanan internet.Alasannya, ongkos membeli dan menonton film di internet lebih murah karena Netflix, Hulu, dan layanan lain mematok harga murah untuk menonton film-film mereka kapan saja.

Perubahan tren tersebut tampaknya juga mengimbas ke negara-negara berkembang seperti Indonesia seiring harga internet broadband yang kian terjangkau. Apalagi jika Google benar-benar menjadi penjual film online, maka masyarakat kian leluasa menikmati film kesukaannya.
Tahap Pembicaraan Seperti yang dikutip dari Mashable, Google kini sedang dalam tahap pembicaraan dengan para pihak studio film untuk mulai menjual film melalui Google Play.
Sebelumnya, di Google Play para pengguna hanya dapat menyewa film. Meskipun begitu, mereka juga dapat membeli film digital melalui link lain seperti iTunes milik Apple.

Google diperkirakan dapat menjual filmfilm digital mulai musim panas tahun ini.
Kerja sama Google dengan pihak studio tentunya bakal mengeruk keuntungan besar, karena ada 300 juta perangkat Android yang diaktifkan secara global.

Perusahaan mesin pencari ini juga dikabarkan telah memperbaharui peralatan pencariannya dalam mengenali kata-kata yang ditanyakan para pengguna internet. Dengan menambahkan kemampuan semantik yang secara otomatis akan memahami makna frase dan pertanyaan untuk memudahkan pencarian informasi.

Layanan streaming pun bermunculan di internet, gratis maupun berbayar. Studio Hollywood misalnya, sejak awal sudah mengantisipasi perubahan tren ini dengan meluncurkan layanan yang membuat pembeli DVD dan Blu-ray mendapatkan akses ke versi film tersebut di layanan komputasi awan yang bisa ditonton melalui PC dan berbagai perangkat mobile.

Perusahaan lain seperti Paramount juga telah melakukan langkah taktis dengan menyediakan layanan streaming film berbayar. Dengan program baru ini, pemilik ponsel, smartphone, atau tablet bisa menikmati film-film milik Paramount melalui jaringan komputasi awan miliki perusahaan tersebut.

Untuk memperoleh layanan ini, pembeli diharuskan membayar 12.99 dolar AS untuk video kualitas SD dan 19.99 dolar untuk film dengan kualitas gambar HD. Harga tersebut setara dengan nilai pembelian sebuah DVD asli.

AirVideo Di Indonesia Indonesia, permintaan layanan streaming video juga meningkat. Hal ini dimanfaatkan oleh Bakrie Connectivity dengan menyediakan layanan paket modem AHA-MyTV. Menurut situs indonesiafinancetoday, anak perusahaan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) itu menargetkan pengguna modem AHA dan AHAMyTVmencapai 400 ribu orang.

Untuk bisa menikmati film lewat internet, pengguna tinggal memilih layanan dan aplikasi film streaming yang diinginkan. Air Video adalah salah satu aplikasi streaming terbaik. Konsep dari Air Video adalah mengakses koleksi video di komputer melalui handset iOS dari mana saja tanpa mengunduh konten lebih dulu.

Air Video menjembatani video yang ada di komputer dan bisa langsung dilihat melalui handset iOS (iPhone, iPad, iPod Touch) dengan sistem Over The Air (OTA).

Aplikasi film streaming lain yang fungsinya sama yakni Plex yang bisa diinstal secara gratis dari situs resmi masing-masing layanan. Selain mendukung perangkat iOS, aplikasi streaming ini juga mendukung perangkat Android. Untuk aplikasi mobile bisa diakses di App World dan Android Market.

Ada lagi aplikasi SnagFilms, yakni layanan streaming yang berisi berbagai macam film, mulai dari film layar lebar, indie, hingga dokumenter. Dan yang menarik, streaming dari SnagFilms ini adalah full film, bukan hanya trailer atau potongan film seperti pada YouTube dan bisa disaksikan secara gratis.

Untuk saat ini SnagFilms hanya bisa diakses melalui browser komputer dengan mengunjungi situs resminya, dan tersedia aplikasi untuk iPad. Sementara perangkat lain seperti Playbook atau tablet PC Android akan segera menyusul. (38)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s